Jumat, 22 November 2013

PENTINGNYA KEJUJURAN SEBAGAI PEMBENTUKAN MENTAL

Sering kita jumpai perbuatan - perbuatan yang mengesampingkan kejujuran. Ironisnya hal tersebut dilakukan dengan lagak tidak bersalah. Seperti itulah Negeri ini, kebohongan dan kecurangan sudah dianggap hal yang lumrah. Hasilnya korupsi pun merajalela, dari yang kadarnya sedikit hingga yang banyak. Yang paling ironis adalah budaya seperti itu secara tidak langsung diajarkan di Sekolah, yakni dengan berlaku curang UJIAN NASIONAL (UN). Pihak sekolah yang melakukan hal seperti itu tidak memikirkan akibatnya di masa yang akan datang.


 Nilai Kejujuran atau Amanah adalah salah satu dari lima nilai Moral Islam. Setiap manusia setidaknya terikat satu perjanjian dengan Penciptanya untuk tidak menyembah Iblis (QS Yaasiin 36:60). Namun manusia dapat membuat perjanjian tambahan yaitu berjuang di jalan Allah (QS At-Taubah 9:111). Perjanjian tersebut wajib dipenuhi.
Manusia juga tidak selayaknya mengambil jalan-jalan lain selain Jalan yang Lurus.
Misalnya:
  1. Jalan Tirani (melanggar Nilai Pembebasan)
  2. Jalan Seks Bebas (melanggar Nilai Keluarga)
  3. Jalan Kekerasan (melanggar Nilai Kemanusiaan)
  4. Jalan Korupsi (melanggar Nilai Keadilan)
  5. Jalan Munafik (melanggar Nilai Kejujuran)
#sumber : Wikipedia.org

Sifat jujur adalah faktor terbesar tegaknya agama dan dunia. Hidup di dunia ini tidak akan baik, dan agama juga tidak akan tegak di atas kebohongan, khianat serta perbuatan curang.

Jujur dan mempercayai kejujuran, merupakan ikatan yang kuat antara para rasul dan orang-orang yang beriman dengan mereka. Allah berfirman.

وَالَّذِي جَآءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ أُوْلَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ لَهُم مَّايَشَآءُونَ عِندَ رَبِّهِمْ ذَلِكَ جَزَآءُ الْمُحْسِنِينَ

"Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan orang yang membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertaqwa. Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Rabb mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik". [Az zumar:33-34].